SISTEM INFORMASI PANGAN DAERAH - DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
← Kembali ke daftar berita

1.525 Ton Beras SPHP Sudah Tersalurkan, Begini Penjelasan Perum Bulog Tarakan

Kategori: Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan

1.525 Ton Beras SPHP Sudah Tersalurkan, Begini Penjelasan Perum Bulog Tarakan

TARAKANPerum Bulog Divisi Regional Tarakan menyebutkan penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Tarakan hingga saat ini telah mencapaikan realisasi sekitar 1.525 ton.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Tarakan, Zamahsyari Afsolin mengungkapkan, realisasi SPHP terbagi 2 periode, periode pertama itu Januari sama Maret, kemudian periode kedua itu Juli sampai Desember.

 

"Untuk periode pertama itu, penyalurannya totalnya 505 ton. Kemudian untuk periode ke-kedua ini kami sudah nyalurkan 1.020 ton," ujarnya, Selasa (9/12).

Ia menambahkan, penyaluran beras SPHP di Tarakan terbagi menjadi tujuh saluran yang mencakup pemerintah, instansi, dan tempat lain.

 

"Untuk saluran SPHP ini terbagi dari 7, yang pertama pemerintah daerah melalui GPM kemudian ada instansi pemerintah TNI Polri itu juga GPM Pangan Murah, kemudian ada outlet BUMN seperti PT POS dan kantor cabang Bulog sendiri, kemudian ada retail modern, Koperasi Kelurahan Merah Putih, serta pengecer di pasar dan di luar pasar seperti RPK," jelasnya.

Mengenai harga, Zamahsyari menjelaskan, aturan yang berlaku untuk penyalur SPHP, harga penembusan di Bulog itu Rp 11.305. Kemudian penyalur ini diberikan batas harga eceran tertinggi untuk menyalurkan Rp 65.500.

 

"Tetapi di lapangan berbeda-beda, terserah penyalur ini mau jual berapa. Tapi batasannya itu untuk harganya Rp 65.500," ungkapnya

Terhadap penyalur yang menjual di atas batas harga, akan dikenai sanksi.

"Kalau ada yang jual di atas itu ada sanksinya. Yang pertama kita tegur lebih dahulu, kemudian kalau memang masih seperti itu kita coret sebagai penyalur SPHP langsung coret ya jika memang ada laporan maupun ditemukan langsung. Kita tindak lanjuti, kasih surat teguran pertama kalau memang masih seperti itu kita coret sebagai penyalur SPHP," katanya.

Ia juga menyatakan bahwa harga Rp 65.500 masih dianggap wajar untuk daerah jauh dari perkotaan mengingat biaya distribusi.

"Kadang di daerah yang jauh dari perkotaan, kalau ini dijual Rp 65.500 masih masuk sih, sehingga sebelum mereka menyalurkan kita tanya dulu ini mau disalurkan di mana, masuk nggak, untuk biaya distribusinya, biaya mereka untuk mengambil dari gudang sampai ke toko mereka," pungkasnya.

Kemudian pengambilan beras SPHP di lakukan secara rutin setiap hari kepada 7 penyalur dan realisasi rata-rata 10-15 ton.

 

Sumber : https://radartarakan.jawapos.com/tarakan/2416933882/1525-ton-beras-sphp-sudah-tersalurkan-begini-penjelasan-perum-bulog-tarakan 

Tags: swasembada pangan sphp 2025